×

Owner / Author / Admin / etc

    Rahman NM    

"Pada halaman web ini saya akan membagikan informasi informasi menarik seputar Anime, Manga, Game, Film, dan juga berbagai tips-tips menarik lainnya."

Sejarah Otaku di Jepang | Bagian I

November 14, 2019   • Comment

Anirocksite Pedia | Pada awal dekade tahun 1980-an, ada istilah Slang Bernada Sumbang Byōki (ビョーキ "sakit") yang ditujukan kepada penggemar berat lolicon, manga dan dōjin manga. Istilah byōki sudah sering muncul dalam dōjinshi sampai ke anime dengan pemeran utama seorang anak perempuan bernama Minky Momo.

Istilah otaku pertama kali diperkenalkan oleh Kolumnis Nakamori Akio dalam artikel "Otaku" no Kenkyū (おたくの研究Penelitian tentang Otaku) yang dimuat pada majalah Manga Burikko. Dalam artikel yang ditulis bersambung dari bulan Juni hingga Bulan Desember pada Tahun 1983, istilah otaku digunakan untuk menyebut penggemar berat subkultur seperti anime dan manga.

Pada masa itu, masyarakat jepang sama sekali belum mengenal atau mengetahui ada istilah otaku. Saluran Media yang pertama kali menggunakan istilah otaku adalah radioNippon Broadcasting System, yang mengangkat segmen Otakuzoku no jittai(おたく族の実態 situasi kalangan otaku) pada acara radio Young Paradise. Istilah Otaku digunakan untuk menyebut kalangan otaku, mengikuti sebutan yang sudah ada untuk kelompok anak muda yang memakai akhiran kata "zoku," seperti Bōsōzoku dan Takenokozoku.

Seiring majunya perkembangan zaman, istilah otaku juga jadi memiliki makna yang lain yaitu seseorang yang sangat menekuni hobi mereka, seperti bermain Game, Animanga, dll.

Istilah Otaku awalnya hanya digunakan kepasa orang-orang yang memiliki hobi sejenis yang membentuk kalangan terbatas seperti penerbitan Dojinshi. Dan jika istilah otaku diArtikan secara luas, sering mendapat respon negatif atau positif, Namun itu semua tergantung pada situasi dan orang yang menggunakan kalimat tersebut. Dan jika istilah Otaku diArtikan secara negatif yaitu seseorang sangat fanatik atau menggemari subkultur yang letak bagusnya tidak bisa dimengerti oleh masyarakat umum, atau orang yang kurang mampu berkomunikasi dan sering tidak mau bergaul dengan orang lain (No life :v). Dan jika Otaku diArtikan secara positif, yaitu untuk menyebut seseorang yang sangat menekuni suatu hal ( Kemampuan/Bidang/dll ) hingga mendetil, bersamaan dengan tingkat pengetahuan yang sangat tinggi hingga mencapai tingkat pakar dalam bidang tersebut.

Sebelum istilah Otaku sangat populer di Jepang, ada juga istilah lain yaitu "Mania", yang berarti seseorang yang hanya menekuni sesuatu hal yang menarik baginya dan tidak memiliki ketertarikan pada kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan setiap orang. Di Jepang, istilah otaku sering digunakan di luar konteks penggemar berat Animanga untuk menggantikan istilah mania, sehingga bermunculan istilah istilah pada bidang tertentu, misalkan ada istilah Game-otaku ( Hal yang berkaitan dengan Game), Gundam-otaku (Hal yang berkaitan dengan robot) Gunji-otaku (Hal yang berkaitan dengan militer), Pasokon-otaku (Hal yang berkaitan dengan Komputer).

Jika diArtikan Secara derogatif, istilah otaku banyak digunakan untuk sebutan bagi "Laki laki yang memiliki kebiasaan aneh dan susah dipahami oleh masyarakat Umum", tanpa memandang orang tersebut memiliki ketertarikan mepada suatu hobi atau tidak. Anak perempuan di Jepang juga sering menggunakan istilah Otaku untuk anak laki-laki yang tidak populer di kalangan anak perempuan, tetapi sebaliknya istilah ini tidak berlaku untuk anak perempuan. karena istilah Otaku sering digunakan dalam konteks yang menyinggung perasaan seseorang, dan penggunaan istilah Otaku sering juga dikritik sebagai Praduga atau perlakuan Diskriminasi terhadap seseorang.

Seorang Otaku juga sering mendapat sebutan sebagai Akiba Kei yang digunakan untuk laki-laki yang berselera buruk dalam soal berpakaian. Sebutan Akiba Kei berasal dari gaya berpakaian laki-laki yang lebih suka mengeluarkan uang untuk keperluan Hobi di distrik Akihabara, Tokyo dari pada membeli baju yang sedang tren. Sebutan lain yang kurang umum untuk Akiba-Kei adalah A-Boy atau A-Kei, mengikuti istilah B-Boy (B-Kei atau B-Kaji) yang sudah lebih dulu ada untuk orang yang meniru penampilan penyanyi hip-hop berkulit hitam.

Itulah sejarah Kalimat Otaku yang saya rangkum. Pada postingan berikutnya saya akan menukis tentang beberapa bagian dari Generasi generasi Otaku di Jepang.

Source : Wikipedia



Creativity of codes and exploiting, with code we can do something fun.
Facebook Instagram Twitter
Show Comments!
Hide comments

0 Response to "Sejarah Otaku di Jepang | Bagian I"

Kebijakan berkomentar :

Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik, agar orang tau sebijak apa karakter anda melalui kata-kata,

Silahkan berkomentar apapun selagi masih berhubungan dengan halaman postingan ini,

Dilarang berkomentar menggunakan Link Aktif,

Centang Notife Me agar mendapatkan notifikasi balasan komentar admin melalui Email.

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

© Copyright 2020 Anirock Site - All Rights Reserved Created With